Granat Pisang Goreng


Lelah dan penat, itulah yang dirasakan ketika bel tanda ujian akhir semester usai. Seperti biasa, kadang-kadang para mahasiswa mencari berbagai kegiatan dan hiburan sehabis ujian, paling tidak mereka bisa santai. Bagi yang berduit, maka hiburan bisa didapatkan dimana saja,semewah dan semaunya, berbeda dengan mereka yang pas-pasan, hidup ngekos, uang makan pas-pasan, belum lagi gerutuan panjang gara-gara kiriman dari ortu telat, sedangkan uang kost nunggak lebih dari 2 bulan, hidup tak tenang karena diburu empunya kost, ditambah lagi pusing mikirin hutang pinjaman sana sini sama teman kuliah. Huuuh….
Hadi, mahasiswa semester 5, orang yang selalu punya ide ini mengajak 9 orang temannya nongkrong di warung kopi sambil makan gorengan yang menurut legendanya, gorengan ini sudah terkenal seantero jagad, dunia akhirat, apa lagi sambel terasinya yang bikin ketagihan. Apalagi tempat strategis warung tadi, rame, banyak cewek cantik lewat, kadang-kadang ada pelanggan yang menjadikan warung itu sebagai tempat mencari jodoh.
Singkat cerita, berangkatlah Hadi bersama kawanannya kewarung. Makan pisang goreng rame-rame, sesambil ngegodain cewek-cewek abg yang lewat. Gak hanya mahasiswa aja yg ngegodain cewek, tapi di simpangan warung itu ada seokor anjing yang kadang iseng juga menggoda cewek2 sexi yang pake rok mini, GUK.GUK..GUK…, mungkin pikir si anjing dia juga mau di perhatiin sama cewek2 cantik, di belai dan dielus, maklumlah, si anjing ini sudah lama ngejombloh, karena gak ada lagi anjing liar yang keluyuran, semuanya udah ditangkap sama satpol PP karena buang hajat sembarangan.
“Cuit…cuit.. cewel godin kita donk” Kata temennya hadi yang berambut pirang ini, pirang bukan sembarang pirang tapi pirang karena gak pernah keramas.
“Yan, itu tuh ada cewek lewat gak pake BRA” Kata Hadi memberikan laporan kepada Yanuar layaknya seorang kopral. Kontan aja Yanuar dan temen2 yang lain langsung celingkukan dengan mata liar sampai mau keluar.
“Mana Dhi??” kata si pirang penasaran.
“Itu tuh, yang duduk sendirian” Kata Hadi sambil menunjukan jari.
“Hah, itu kan cowok,bego! mata kau tu udah rabun”. Kata Yanuar protes.
” Loh, iya ya, maaf, abisnya gondrong sih..” Kata hadi membela diri.
“Huuu dasar kau….” protes tmn2nya sambil ketawa.
” Tapi kan bener, dia gak pake BEHA” ,,,,
HAH ????
“HUahahahahah…..”, sontak ketawa mereka membelah langit yang tadinya mendung, sehingga menjadi cerah.
Lama-Beberapa menit kemudian, kejauhan, nampak seorang gadis manis, disinari lampu jalan, wajahnya ayu, kulit terang, jalannya seperti model di atas cat walk, lenggak lenggok, penuh kharisma dan keanggunan, semua mata dari warung yang terletak dipinggir jalan ini tertuju padanya.
Tentu saja, si anjing gak mau ketinggalan, begitu si cewek cantik melewati daerah kekuasaannya, langsung di gong-gong, “RRRRRRR GUK…GUK…RRRR”, walaupun dirantai sama majikan, yang namanya kaget, kontan saja si cewek lari terbirit-birit, smbil teriak, “Aaaaa…..”, karena si cewek berlari menuju arah warung, semua pria mupeng seolah-olah menunjukkan simpati, dan rasa kasihan. Tapi setelah si cewek menyadari dirinya menjadi pusat perhatian, dia tersadar dan menghentikan langkahnya setelah mengetahui si anjing tidak mengejarnya, hanya menggonggong saja. Dia kembali menata rambutnya, rok dan bajunya yang miring-miring.
Tapi anehnya, si cewek gak berjalan normal, tapi pincang-pincang karena sendal jepit yg merek Lily, putus, gara2 berlarian tadi.
Ketika si cewek melewati warung, Yanuar yang sedang asik makan pisang goreng mencoba memberikan perhatian kepada sang cewek, “Mbak, hmmmpppffff, mbak, gak papa?? hmnnmfffpp” karena mulutnya masih penuh dengan pisang goreng, bicaranya jadi gak jelas, dia keburu negur si cewek karena takut kelewat jauh. Si cewek hanya cuek karena malu, tapi si Yanuar, kecelakaan, pisang sanggarnya nyangut di tenggorokan, matanya merah, batuk-batuk, karena pedasnya sambel terasi langsung menyerang tenggorokan, mata berair, kontan saja temen2nya langsung panik, segala cara di lakukan, tapi pisang goreng dalam tenggorokannya gak mau keluar ataupun tertelan, pisang goreng nangkring di tengah2nya. Si Hadi, tanpa pikir panjang langsung menampar pipi Yanuar, “PRAKKK….”, beberapa teman2nya langsung merasa ngeri, seolah-olah telah terjadi kekerasan dalam rumah tangga. Tapi ternyata, dengan tamparan maut Hadi, akhirnya bisa menyelamatkan Yanuar. Selamat dari maut. Tentu saja Yanuar langsung bersujud mengucapkan syukur kepada Ilahi, dan berterimakasih kepada Hadi, walaupun pipinya memar. Yanuar berfikir dari pada keluarin ongkos ke dokter, rasa sakit di pipi ini lebih baik. Lagi pula Yanuar gak mau mati hanya gara2 pisang goreng.
“Gak Kereennn ……….” Katanya.
Gak lama kemudian, setelah puas cuci mata, mereka pun pulang, dengan perut kenyang, dan mulut yang keram karena kebanyakan ketawa, dan tentu saja masih asik ngetawain kejadian yang baru saja dialami mereka.
(Cerita ini separuhnya adalah nyata: Tulisan ini masih banyak kekurangan polesan dari penulis sehingga mohon masukan dan kritikan dari teman2, nb: naskah ini lansung di tuliskan dan selesai dalam 30 menit.) Wassalam.

Advertisements