Diagram Alir Data


Pernyataan ini dibuat berdasarkan permintaan dewan penguji kepada penulis (ayu purnama sari ) untuk memberikan statement dan penjelasan secara ilmiah / empiris berdasarkan referensi yang digunakan, terutama yang tertulis pada karya ilmiah penulis yang berjudul “sistem komputerisasi penjualan obat pada apotek ladang Tarakan” , yang merupakan tugas akhir dan sebagai syarat kelulusan penulis untuk meraih gelar AhliMadya Komputer. Terutama pada desain sistem Data Flow Diagram yang “keluar dari adat kebiasaan” , selain itu dalam mendesain DFD tersebut penulis menggunakan sebuah perangkat lunak dari Microsoft yaitu Power Designer 6, dengan hanya menggunakan satu dari 4 kemampuannya yaitu “Process Analys” dimana penggunaan perangkat ini jauh berbeda daripada menggunakan ms visio yang manual, dengan PA, prosentasi kesalahan desain terutama human error dapat diminimalisir, dan simpel, karena perancang hanya mendesain pada Kontex Diagram yang merupakan level tertinggi dan penggambaran secara global, sedangkan untuk pembuatan proses level 1, 2, dst nya , perancang sistem cukup mendekomposisi (Decomposition) pada level kontex. Dan aturan2 dasar pembuatan DFD tsb seperti jumlah arus data yang masuk dan keluar dari dan atau menuju ke sistem tidak perlu dikhawatirkan lagi.

Simbol proses pada Data Flow Diagram yang terdiri dari nomor proses, nama proses dan pemroses. Berdasarkan buku referensi karangan jogiyanto pada halaman 705 yaitu :
“Untuk PDFD yang menunjukkan proses tidak hanya proses dari komputer, tetapi juga proses manual, seperti proses yang dilakukan oleh orang, mesin dan lain sebagainya, maka pemroses harus ditunjukkan. Pemroses ini menunjukkan siapa atau dimana suatu proses dilakukan. Untuk LDFD (Logical Data flow Diagram) yang prosesnya hanya menunjukkan proses komputer saja, maka pemroses dapat tidak disebutkan. Untuk LDFD bila pemroses akan disebutkan dapat juga untuk menyebutkan nama dari program yang melakukan prosesnya.”
Untuk nama pemroses yang kemudian sebagai entitas luar ,dalam hal ini entitas “Asisten apoteker” , dimana jika digambarkan secara fisik, maka asisten apoteker disini bertugas sebagai operator yang mengoperasikan sistem. Hal ini justru tidak dapat dicerna dengan akal sehat, karena jelas tidak mungkin suatu departemen/ divisi / bagian dari perusahaan dalam hal ini “asisten apoteker” menjadi salah satu bagian dalam sistem sementara sistem tersebut dalam tahap pembuatan atau bahkan pengembangan. Rujukan pada jogiyanto tentang entitas luar, pada halaman 700.
“Setiap sistem pasti mempunyai batas sistem yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Sistem akan menerima input dan menghasilkan output kepada lingkungan luarnya. Kesatuan luar merupakan kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yanng dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem”

Berdasarkan pernyataan tersebut diatas, maka jelaslah DAD tidak hanya menggambarkan proses manual seperti yang ada pada BAD, justru penulis menggambarkan proses komputer (building system – computerized/ sistem komputerisasi ) secara keseluruhan pada desain DFD karena proses manual (lingkungan fisik yang berisi prosedur2 dengan urutan2 tertentu) telah lebih dahulu digambarkan pada Bagan Alir Dokumen. Dan jelas berbeda antara Dokumen dengan DATA.

Dan tentu saja PDFD = Physical Data Flow Diagram
LDFD = Logical Data Flow Diagram
Tentang perbedaan PDFD dan LDFD ini, di jelaskan juga pada buku yang sama pada halaman 712,
Yaitu :
” Bentuk Diagram Arus Data
Terdapat 2 bentuk DAD (diagram arus data), yaitu diagram arus data fisik (physical data flow diagram) dan diagram arus data logika (logical data flow diagram). Diagram arus data fisik lebih menekankan bagaimana proses dari sistem diterapkan sedang diagram arus data logika lebih menekankan proses-proses apa yang terdapat di sistem. (712)

Diagram Arus Data Fisik
DADF lebih tepat digunakan untuk menggambarkan system yang ada (system lama). Penekanan dari DADF adalah bagaimana proses-proses dari system diterapkan (dgn cara apa, oleh siapa dan dimana) termasuk proses2 manual. Dengan menggunakan DADF, bagaimana proses system yang ada akan lebih dapat digambarkan dan dikomunikasikan kepada pemakai system, sehingga analisis system akan dapat memperoleh gambaran bagaimana system yang ada diterapkan, DADF harus memuat sebagai berikut
1. Proses2 manual juga digambarkan.
2. Nama dari arus data harus menunjukkan fakta penerapannya semacam nomor formulir dan medianya. Nama arus data mungkin juga menerangkan tentang waktu mengalirnya (misalnya harian atau mingguan). Dengan kata lain nama dari arus data memuat keterangan yang cukup terinci untuk menunjukkan bagaimana pemakai system memahami kerja dari system.
3. Simpanan data dapat menunjukkan simpanan non computer
4. Nama dari simpanan data harus menunjukkan tipe penerapannya apakah secara manual atau komputerisasi.
5. Proses harus menunjukkan nama dari pemroses, yaitu orang, departemen, system computer atau nama program computer yang mengaksekusi proses tersebut.(712)
Diagram Arus Data Logika
Diagram arus data logika (DADL) lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan (sistem yang baru). DADF tidak menekankan pada bagaimana sistem diterapkan, tetapi penekanannya hanya pada logika dari kebutuhan-kebutuhan sistem, yaitu proses-proses apa secara logika yang dibutuhkan oleh sistem. Karena yang diusulkan belum tentu diterima oleh pemakai sistem dan biasannya sistem yang diusulkan terdiri dari beberapa alternatif, maka penggambaran sistem secara logika terlebih dahulu tanpa berkepentingan dengan penerapan secara fisik akan lebih mengena dan menghemat waktu penggambarannya dibandingkan dengan DADF. Untuk sistem komputerisasi, penggambaran DADF yang hanya menunjukkan kebutuhan proses dari sistem yang diusulkan secara logika, biasanya proses-proses yang digambarkan hanya merupakan proses-proses secara komputer saja.”
Sedangkan pertanyaan dewan penguji tentang Desain DFD / DAD saya yang menggambarkan arus data dari entitas luar (dalam hal ini entitas “supplier”) kedalam sistem pada diagram kontex dianggap janggal karena menggunakan kalimat seperti “input data supplier” yang memunculkan pemikiran bahwa supplier sendirilah yang menginputkan data dirinya pada komputer tersebut.
Jelaslah pemikiran tersebut tidak berdasar empiris sama sekali / non ilmiah, karena pada buku referensi jogiyanto pada halaman 216 – 217 yaitu :
Input dapat dikelompokkan ke dalam 2 tipe, yaitu input ekstern (external input) dan input intern (internal input). Input ekstern adalah input yang berasal dari luar organisasi, seperti misalnya faktur pembelian, kwitansi-kwitansi dari luar organisasi. Input intern adalah input yang berasal dari dalam organisasi, seperti misalnya faktur penjualan, order penjualan dan lain sebagainya. Umumnya dokumen dasar yang akan didesain adalah dokumen dasar untuk data capture input intern.
Langkah-langkah desain input secara umum
Yang perlu didesain secara rinci untuk input adalah bentuk dari dokumen dasar yang digunakan untuk menangkap data, kode-kode input yang digunakan dan bentuk dari tampilan input di alat input. Untuk tahap desain input secara umum, yang perlu dilakukan oleh analis adalah mengidentifikasi terlebih dahulu input-input yang akan didesain secara rinci tersebut. Langkah-langkah ini adalah sebagai berikut ini.
1. Menentukan kebutuhan input dari sistem baru
Input yang akan didesain dapat ditentukan dari DAD sistem baru yang telah dibuat. Input di DAD ditunjukan oleh arus data dari suatu kesatuan luar ke suatu proses dan bentuk tampilan input di alat input yang ditunjukan oleh suatu proses memasukkan data.
2. Menentukan paremeter dari input
Setelah input-input yang akan didesain telah dapat ditentukan, maka parameter dari input selanjutnya juga dapat ditentukan. Parameter ini meliputi:
– Bentuk dari input, dokumen dasar atau bentuk isian di alat input (dialog layar terminal);
– Sumber input;
– Jumlah tembusan untuk input berupa dokumen dasar dan distribusinya;
– Alat input yang digunakan;
– Volume input dan
– Periode output
Analis sistem dapat menggunakan formulir F-103 untuk mengidentifikasi input yang berupa dokumen dasar yang akan didesain dan formulir F-204 untuk mengidentifikasi input yang berupa dialog layar terminal
Jadi jelaslah yang dimaksud disini adalah data capture, dimana data tersebut diperoleh. Seperti data supplier, maka sumber data yang diperoleh tentu dari entitas supplier sendiri, yang kemudian diperlukan dalam sistem yang dibangun dalam diagram kontex tsb.
Kemudian, tentang pertanyaan dewan penguji yang terhormat, atau mungkin lebih tepat dikatakan bingung cara membaca DFD tsb dikarenakan tidak menggunakan narasi sebagaimana “biasanya”, tentang analisa dan desain sistem, karena penggunaan narasi atau pun tanpa narasi sebenarnya sah-sah saja, dan tidak ada aturan baku untuk penggunaan narasi tersebut, di beberapa forum di internet menyatakan penggunaan narasi tersebut hanya untuk penyederhanaan dalam penamaan arus data. Sedangkan dalam buku jogiyanto sendiri pada halaman 723 diantaranya “Proses di DAD dapat beroperasi secara paralel, sehingga beberapa proses dapat dilakukan serentak. Hal ini merupakan kelebihan dari DAD dibandingkan dengan bagan alir yang cenderung hanya menunjukkan proses yang urut. Kenyataannya kegiatan-kegiatan proses dapat dilakukan secara tidak urut, yaitu secara paralel atau serentak, sehingga DAD dapat menggambarkan proses semacam ini dengan lebih mengena.”
Dan yang tidak kalah penting untuk diperhatikan baik pengajar maupun mahasiswa sendiri tentang statement “Pembuatan DAD berdasarkan pembuatan BAD” atau “DAD harus sesuai dengan BAD” atau statement-statement seputar hal tersebut diatas, penulis tidak pernah menemukan alasan secara empirik / pembuktian ilmiah yang mendukung pernyataaan / statement tsb.