The will to power


The will to power.
Kehendak untuk berkuasa, kebanyakan di ekspresikan dengan tindakan refresif yang justru menjadi jebakan sendiri. Hegemonik yang dilakukan demi mempertahankan ideologi politik yang di dominasi oleh peradaban Eropa.

Penaklukan Kultural
Setelah beberapa dekade kemenangan peradaban dunia Barat atas Timur semakin terlihat terutama di Indonesia, terutama hasil – hasil pemikirannya. Generasi penerus telah terkena blok history sehingga tidak mampu berkaca demi melihat bangsa ini di tindas oleh kolonialisme dan imperialisme untuk menjalankan misi westernisasi atau modernisasi peradaban yang mereka bilang MegaProyek alias menjajah negeri yang kaya seperti Indonesia.

Demokrasi bukan sebuah hasil pemikiran Oksidentalis melainkan Orientalisme yang sangat bertentangan dengan adat ketimuran. Kearogansian Barat yang mengagungkan faham demokrasi sehingga menganggap dirinya sebagai peradaban yang superior.
Mengapa kita harus ikut mengembangkan faham demokrasi ini??
Apakah benar istilah bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan??
Apakah keinginan rakyat sama dengan keinginan Tuhan??
Sejauh manakah faham demokrasi menjamin kesejahteraan rakyat dan bangsa??

Ortodoxisme ; menjalankan sebuah pemerintahan yang jauh dari modernitas. Mendekonstruksi stigmatisasi peradaban Barat atas Timur, fasilitas transportasi, ekonomi, teknologi, politik, dan rekonstruksi kultural Oksidentalis.
Hancurnya fasilitas baru akan memaksa kita untuk menggunakan fasilitas kuno yang tentu lebih bersahabat dengan alam dan menciptakan kedisiplidan dan asas kemandirian individu, karena fasilitas dan teknologi canggih telah memanjakan kita.
Kembali ke jaman kuno dengan menggunakan hukum Tuhan semata sebagai patokan aturan. Namun
sebuah gagasan atau ide mendirikan sebuah faham yang benar-benar kontroversial, nakal sekaligus melawan segala bentuk modernitas logosentrisme orientalis, peradaban Eropa yang kian menjamur hampir delapan puluh persen di dunia dengan peradaban Timur yang tenggelam .
Mengapa peradaban Timur bisa tereliminasi di kancah peadaban dunia ini?