Lembah Suana


Di suatu tempat di negeri khayal, yang hijau dan luas, kerajaan bernama Lembah Suana, ada seorang raja Torpedo yang sangat tampan, gagah perkasa dengan jubah emas, rambutnya yang keriting bagai gelombang lautan asmara, hidungnya yang bangir bagai tadah hujan, hidup berbahagia bersama seorang ratu Lebah Hitam yang elok rupawan cantik jelita, lemah gemulai mempesona setiap mata memandang.

Mereka sedang bercanda ria di balkon menara istana yang tinggi menembus langit ke tujuh sehingga bebas memantau rakyat dan kerajaannya. Di kawal dengan dua orang bidadari disamping pintu lift menara.

Sang raja Torpedo sedang tersenyum gembira, sambil mengelus perut sang ratu yang sedang mengandung dan gak lama lagi akan melahirkan.

Sesekali sang raja menempelkan kupingnya di perut sang ratu seakan ingin mendengar kegiatan apa saja yang di lakukan anak di dalam perut sang ratu.

“ dung..dung.. jeder, jeder, ngeok, ngeok, dar, der , dor,…” suara dalam perut ratu sangat aneh ternyata.

Rajapun menjadi heran kok suara anak dalam perut sang ratu seperti orang lagi latihan nge-band di studio musik, jangan-jangan lagi konser, pikir raja.

Karena sang raja khawatir akhirnya membawa sang ratu ke dukun ternama dan terhebat di seluruh Negeri Khayal di kerajaan Lembah Suana.

Proses pencarian dukun terhebat inipun gak gampang, sang raja terpaksa mengadakan sayembara siapa yang mampu menemukan dukun terhebat di negeri khayal maka akan mendapatkan 50 ekor sapi, tapi karena raja juga sangat tegas, maka sang raja memberikan sangsi kepada peserta sayembara yang gagal, yaitu seumur hidup harus bekerja kepada kerajaan tanpa di gaji pokok, hanya dapat uang makan aja, hukuman yang dimaksud adalah kerjaan membuat abon, tentu saja hukuman ini yang terberat kedua setelah hukuman gantung gitar kalo profesi nya gitaris, gantung raket kalo profesinya pemain bulu tangkis, gantung helm, gantung bola, gantung sekop, gantung diri….. walah-walah, gak ada kok.

“ wah, jangan coba-coba deh kalo gak berhasil bisa bahaya, liat tu hukumannya…” kata seorang warga

“ buat abon aja kok ngeri sih ??” tanya salah seorang peserta yang sudah daftar
“ emang kamu tau gak caranya buat abon versi raja Torpedo ?” tanya orang yang takut tadi

“ gak tau..emang gimana caranya ?”

“ MUKILIN PANTAT SAPI SAMPAI JADI ABON, BEGO’…..” jawabnya berang

“ APPAAAA ?????” jawab orang tadi kaget setengah hidup, matanya sampai jatuh di lantai, trus diambil lagi, dipasang lagi, langsung lari tunggang langgang..kentut.. kentut.

“GAK BERANI…Nii.. nii…” jeritannya menggema seantero kerajaan dan negeri sampai bikin ngeri seluruh warga, selama 7 hari 7 malam awan hitam menyelubungi negeri tersebut.

Singkatnya, ada seorang peserta yang berhasil, dan ternyata pesertanya hanya satu orang saja, namanya Paijo, berasal dari negeri seberang asli pasuruan, tetangganya Inul Dara Titisan.

Dia datang memasuki istana, dengan serta merta disambut dayang istana yang cantik dan semok – semok, mata paijo jelalatan, gak taunya yang semok –semok tadi pantat 50 sapi. Gak lama kemudian, raja pun datang, kalo biasanya dalm film2 kolosal, sontreknya pake suara terompet, tett…terreeettt…. Tapi kalo kerajaan Lembah Suana dengan diiringi musik dangdut remix, jeb – ajeb – ajeb, ajeb-ajeb. Si paijo pun langsung sujud..

“ mana dukun yang kau temukan itu ?” tanya raja gak sabaran

“ tenang raja, santai aja bro, dia sekarang ada dirumahnya..!”

“ Lho, gobloknya kau ini, kenapa gak kau bawa kesini dia..?” raja mulai ngamuk.

Si Paijo mulai takut, karena kalo raja marah, bisa-bisa keluar ingus, trus ingusnya di kasi ke muka orang yang dikeselin tadi. Ihh jorok.

“ gini bro..” ,si paijo agak terbata-bata, terbalok-balok, “gini gini, dukun sakti itu gak ma-mauu ke-kesini, ma-maalah dia minta panjenengan datang kerumahnya, gitu katanya, padahal u-udah sa-saya paksa..”

Raja berfikir sejenak…

Fikir…

Fikiir…

Mondaar..

Mandiir..

Ngupaal…

Ngupiil…

“OKE…” kata raja tiba-tiba, “Aku akan kesana, tapi kau harus mengantarkan kami kesana, kalo kau bohong, awas ya!! Hukumannya, pukulin tu pantat sapi sampai jadi abon..MENGERTI ??” bentak raja, liurnya muncrat dikit.

“me..mengerti coy, eh bro, eh raja, daulat baginda..”

Akhirnya, sang raja bersama istri dan beberapa pengawal dengan membawa perlengkapan seperlunya, seperti tenda dom, nesting, milo, mie instant, kompor gas mini, gas botol, 2 pak rokok, air mineral, handuk, sikat gigi + odolnya persis kayak orang kemping , berangkat bersama paijo.

Selama dalam perjalanan, paijo selalu bercerita tentang kehebatan dukun itu, namanya dikenal dengan sebutan Mak Berot, keahliannya telah terdengar dunia akhirat, bisa memperbesar dan memperpanjang sesuatu, mampu meramal kejadian-kejadian, pernah suatu ketika dia meramal bakal terjadinya tsunami dan gempa di negeri Indonesia, tapi orang-orang gak percaya, pernah juga ngeramal kalo Dewa 19 bakal cerai dengan Dewi-Dewi, dan masih banyak ramalan nyeleneh lainnya.

Jalan menuju rumah sang dukun ternyata sangat mengerikan dan jauh pula, mereka harus melewati 7 bukit, 7 hutan, 7 hantu gentayangan, 7 raksasa, 7 pos, 7 satpam, 7 tikungan, 7 sumur, 7 hari 7 malam dan barulah mereka sampai di lembah Berot.

Sesampainya dirumah, mak berot menyambut mereka dengan baik, pembantu mak berot menyiapkan daun siri yang banyak untuk para tamu, singkong rebus dan buah jengkol.

“Silahkan macuk cuk….” Kata mak berot.

Semua orang yang di panggil Mak Berot, laki perempuan, tua muda, selalu punya nama yang sama, cuk, entah itu artinya cucu atau jancuk.

Mak Berot ini berperawakan cantik waktu usianya 25 tahun, tapi sekarang usianya lebih dari 2 abad. Dengan kerutan sana-sini, bongkok, dan tentu saja bau tanah. Kadang-kadang dia suka makan tikus.

Waktu menyapa raja dan rombongannya dia baru saja menyanyap 3 ekor tikus dari gudang, tikus yang terakhir ekornya masih nyangkut di gigi tengah mak berot dan tentu saja ini menambah aura mistis mak berot.

Lalu mak berot mempersilahkan tamunya duduk. Sesekali main mata dengan paijo. Paijo langsung ambil kantong plastik lalu muntah-muntah. Raja jadi ilfil.

“ Benar mbah yang bernama mak berot, dukun sakti dari lembah Berot ?” tanya raja memastikan
“ betul..betul.. ada perlu apa cuk…?” tanya mak berot kepada raja
“ eehh… begini…kami ini bermaksud un….”
“ Oh saya sudah tau maksud kamu cuk… pasti bermaksud un..dang saya ke pernikahan ya? Ya kan,,,?” mak berot motong kata raja.
Sang raja gak berani marah soalnya di lembah berot ini yang berkuasa adalah mak berot, dari RT 1 sampai RT seribu.
“ Bu.. bukan, maksud kami datang untuk me…”
“ untuk melamar emak?? Iya??, tak use yeee…” kata mak berot menggoda.

Kali ini seluruh pengawal muntah-muntah… sedangkan paijo dan Ratu Lebah Hitam pingsan, Raja Torpedo jadi berang.

Langsung aja di ambilnya panci tua yang ada di situ, dihantamkannya ke muka mak berot, “Hyaaatttt…TOOOEEENGGGG..ng..ng..” muka mak berot jadi tambah berot.

“ loh, ada nyamuk ya di muka emak, hehe ??”, kata mak berot ketawa-ketawa aja tanpa kesakitan. Ternyata mak berot emang sakti mandragade. Raja Torpedo jadi ngepirr.

Bersambung…………..

One comment

  1. nafsi · February 10, 2009

    ah..bkn pnasaran,
    smbgnx kpn ni?!

Comments are closed.