The Black Magic Of Music


The Black Magic Of Music

Analisa : The Black Magic Of Music
Oleh : M. Rizal Saputra

Dentingan dawai gitar, pukulan bas drum, cabikan senar bass, gaharnya musik cadas, begitu istilah yang terdengar dari penyiar radio star fm yang menjadi siaran favoritku. Musik metal mengalun keras dan harmonis menggetarkan jiwaku seakan ikut mengantarkan aku ke alam seni yang begitu indah dan sedikit orang yang mampu merasakan sensasi yang kurasakan. Melebihi nikmat bercinta barangkali.
Dari sisi lain banyak orang mengatakan musik yang ku dengar sangatlah tidak karuan, banyak komentar miring, seperti ” lagu apaan sih? Gak jelas gini..” cuih aku cuek aja, selama musik tetap mengalun segala perhatian kutumpukan pada alunan nada yang begitu asik di dengar dan langka. Entah kenapa aku bisa merasakan emosi yang di ciptakan oleh lagu tersebut seakan mengatakan maksud dan tujuannya, memang meskipun tidak mengetahui arti liriknya dengan pasti, tapi aku dapat merasakan jiwa yang dalam ke egoisannya mengamuk di dalam semak yang menyesakkan dan menghalau pandangan. Musik ini juga di sebut aliran gothic metal oleh para pakar, musik mereka seperti alunan nada menyayat hati kadang sedih sekali namun juga kadang kasar sekali, seperti hantu dimalam hari yang ingin kembali ke dunia untuk menyelesaikan sisa prilaku yang masih mengganggu jiwanya bahkan dibawa hingga keliang lahat.
Komplit. Mungkin itu yang tepat untuk menggambarkan apa yang kurasakan ketika mendengar musik itu. Seperti musik jazz… sepertinya tidak karuan, tetapi sangat harmonis dan di komposisi dengan keahlian yang tidak biasa, mereka yang kadang di sebut maestro musik atau dokter musik, karena menciptakan musik yang jenius, dan menggugah.
Standing upplaus pun diberikan sebagai kepuasan para penikmat ini. Bukan karena terpaksa tapi para penonton seperti digerakkan oleh nada untuk bergerak dan berdiri. Memang musik mampu menggerakkan orang seperti layaknya hipnosis, pernahkah anda melihat orang berjingkrak di depan stage area? Orang berdisko, berjoget dangdut, untuk apa mereka melakukan itu semua? Sadarkah?? Mereka di gerakkan oleh musik yang merasuk di jiwa.
Beberapa dari kita menyadari kekuatan musik, lainnya apakah benar-benar pecinta musik atau apa tidak kita ketahui. Dalam pesta, perayaan, peringatan, dsb tidak pernah lupa menyajikan tampilan musik baik itu hanya pemutar maupun secara langsung. Bahkan pengendara di jalan suka mengendara jika diiringi oleh musik. Tidak menutup kemungkinan juga anda.
Sekarang cobalah anda lakukan ini ketika melihat konser musik secara langsung, ketika banyak penggemar dan penonton berjingkrak atau berjoget di saat musik sedang berlangsung, lalu tutup telinga anda sampai tidak terdengar suara musik di panggung tersebut memasuki telinga anda. Ketika itu lihat sekeliling anda. Lakukan analisa berikut:
• berapa banyak orang yang sedang berjoget
• berapa banyak orang yang begitu terpana tapi tidak berjoget
• berapa banyak orang yang tidak terpana dan tidak berjoget, tapi menghadiri tempat konser tersebut
• berapa banyak orang yang menjadi panitia penyelenggara
• apa yang dilakukan oleh panitia selain menjaga kesuksesan acara tersebut
• lalu lihatlah kaki anda, dimana anda sedang berpijak
• kemudian lihatlah langit
• dan merenunglah sejenak
• pertanyakan diri anda, apakah ini yang diinginkan Ibu Bumi
• apakah ini yang di harapkan Sang Langit
• apakah ini yang di restui Tuhan??
(tentu saja semuanya harus di kembalikan kepada Tuhan, Manunggaling Kawula Gusti)

Jika anda menemukan jawaban dari perenungan anda. Ingat dan catatlah dalam buku harian anda. Itu akan memberikan hikmah baru kepada anda.

”Hal paling sial yang dialami oleh orang bijak adalah jika dalam sehari dia tidak mendapatkan hikmah baru”

Setelah mendapatkan hikmah baru, maka barulah anda dapat mencari mana musik yang sesuai dengan selera anda, juga dapat mengerti mana musik asyik dan musik payah. Dalam menilai pun terkadang tidak konsisten, kadang ada beberapa orang yang begitu ekstrim memilih satu aliran musik, ini bisa diterima tapi justru yang menciptakan berbagai aliran musik itulah yang sangat ekstrim bahkan memiliki ego sentris. Beberapa dari pemusik yang sudah mengerti hal ini ketika di tanya aliran musik apa yang mereka bawa, mereka menjawab ’aliran suka-suka’.
Pada akhirnya musik pun menemukan sendiri tempatnya. Setelah sekian lama terombang-ambing ketidak pastian akan pengetahuan yang tidak jelas dari mana datangnya.