Organisasi


Organisasi

Posted by: rizal saputra on: May 19, 2008
In: Why Organization Comment!

Ketika memasuki dunia kampus, maka banyak hal baru yang akan didapatkan, wawasan semakin luas, bertambahnya relasi, pendidikan kemandirian, dan masih banyak lagi. Dan tentunya kita semakin cepat beradaptasi ketika mengikuti sebuah organisasi yang tersebar di intra kampus, tapi akhir-akhir ini, kelihatannya minat mahasiswa baru untuk mengikuti dan bergabung dalam suatu organisasi menjadi berkurang, sehingga mematikan aktifitas kampus. Menurut analisa saya, sebenarnya yang terjadi adalah kurangnya pengetahuan akan arti penting dari organisasi dan kegunaannya untuk diri pribadi. Maka dari itu berdasarkan pengalaman saya selama mengikuti sebuah organisasi Himpunan Mahasiswa Sosial (HIMASOS) di Universitas Dr Soetomo Surabaya, saya mencoba memaparkan beberapa hal yang mungkin berguna bagi pembaca sekalian.

Motivasi Dalam mengikuti Organisasi

Terkadang jika kita dihadapkan sesuatu yang tidak jelas atau masih buram juntrungannya, kita jadi malas dan memilih untuk tidak mencari informasi lebih jauh terhadap sesuatu tersebut, seperti bisnis via internet yang kemudian diragukan keaslian atau tingkat kebenarannya. Di berbagai penawaran, misalkan kita ditawarkan oleh senior di kampus untuk mendaftar di organisasi yg bersangkutan, pasti dalam benak kita akan muncul pertanyaan, untuk apa?, trus kalo dah jadi anggota trus ngapain??, malah ada yang menolak mentah-mentah, juga ada sebagian yang phobia tmn baru alias takut untuk bertemu dgn org yg belum dikenal. Nah, disinilah kita dituntut untuk menjadi dewasa dan kritis terhadap diri sendiri, karena musuh terbesar ada pada diri sendiri. Kita dituntut untuk menekan mental yang lemah dan takut menjadi berani dan supel, karena mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi pemimpin di masyarakat ketika dia lulus nanti. Kemampuan verbal haruslah matang. Disinilah sebuah organisasi berperan penting. Adapun yang memilih untuk ikut dalam aktifitas keorganisasian memiliki beragam motivasi dan tujuan. Nah tergantung individunya, penulis berharap pembaca budiman adalah orang yang selalu untuk Positif Thinking.

Proses Keanggotaan dan Kaderisasi

Dalam setiap organisasi masing-masing memiliki visi dan misi berbeda, biasanya dalam sebuah universitas memiliki UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) seperti Resimen Mahasiswa (Menwa) dan Pencinta Alam pada umumnya. Pengkaderisasian Menwa memiliki ikatan khusus dengan TNI, karena Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) di pegang langsung oleh TNI dan memiliki SK langsung dari Menteri Pertahanan. Demikian juga HIMASOS yang memiliki keterikatan akses dengan Palang Merah Indonesia (PMI) karena HIMASOS bergerak dalam visi sosial yang banyak terjun kelapangan, maka HIMASOS dibekali dengan ilmu kesehatan (P3K), Search And Rescue (SAR) dll. Namun peran PMI hanya hanya untuk Angkatan Pertama (Perintis) dalam peran Diklat HIMASOS, selanjutnya Angkatan KeDua hingga sekarang, Diklat langsung di pegang oleh Angkatan yang lebih senior. Dan dalam perjalanannya, prosesi Diklat pun mengalami perkembangan yang signifikan, memandang kedinamisan suatu keorganisasian.

Prosesi pengkaderanpun berbeda untuk setiap organisasi adalah prerogatif organisasi yang bersangkutan. HIMASOS sendiri memiliki prosesi DIKLAT dgn dua proses yaitu diklat materi dan lapangan, masing-masing selama satu minggu. Diklat Materi yaitu pemberian materi pertolongan pertama dan beberapa materi dasar kesehatan dan keorganisasian. Diklat lapangan adalah implementatif dari diklat materi, calon anggota dididik untuk menghadapi situasi seperti bencana alam, mencintai lingkungan dan melestarikannya. Mental sekeras Baja akan di tempa menjadi pedang runcing dan tajam, menjadi mahasiswa yang mampu berfikir jernih walaupun dihadapkan dengan situasi dan kondisi terparah sekalipun, Sedangkan saya sendiri pernah didelegasikan ke Aceh (Tsunami) dan Jember (Banjir Bandang) sepulangnya dari lokasi saya memahami mengapa seorang Tim SAR harus berjiwa besar dan mental baja, bekerja secara TIM di perlukan kemampuan komunikasi yang baik dan intuisi yang peka. Saling menjaga, mengatur jadwal jaga malam dan jam istirahat, jadwal pencarian, hingga jadwal makan pun diorganisir dgn baik. Disini dituntut kedisiplinan yang tinggi serta jiwa kepemimpinan yang alot. Namun sebagai anggota tim juga harus menyadari bahwa posisi pemimpin dalam tim bukan seperti jabatan dalam pemerintahan yang harus diperebutkan dan dipertaruhkan, disini setiap angota TIM memiliki tugas yang sangat penting dan vital, jadi tidak ada waktu untuk saling iri karena semua menyadari arti penting setiap job description. Asas Persaudaraan menjadikan TIM anda kompak.

Keuntungan

Banyak keuntungan yang diperoleh dari organisasi, tapi itu juga kembali kepada organisasi yang bersangkutan, pelatihan apa saja yang dilakukan untuk menambah skill anggotanya. Berani bicara di depan umum, pidato, kemampuan analisis masalah, dll yang terpenting yaitu menemukan rahasia untuk menjadi manusia dan mahasiswa yang serba bisa.

Berbagai Pengalaman

What we can do in organization?

One comment

  1. sischa DePe · February 12, 2009

    yo’i tu mas

Comments are closed.