Be Smart is Easy


Be Smart is Easy

Cerdas adalah harapan semua orang, baik yang tengah menjalani pendidikan formal maupun tidak, semua ingin menjadi cedas, lalu bagaimana cara kita mendapatkan kecerdasan tersebut ?. Sudah tentu dengan banyak belajar, dan terus belajar, tetapi masalahnya bagaimana jika kita tidak memiliki motivasi untuk belajar ?. Begitu banyak pelatihan yang di upayakan pemerintah dan para peneliti mencoba menerapkan sistem pelatihan kecerdasan kepada masyarakat. Mulai dari kecerdasan Intellectual (IQ), Kecerdasan Emosi (EQ), Kecerdasan Spiritual (SQ), lalu kombinasi kecerdasan Emotional dan Spiritual (ESQ), ada lagi Kecerdasan Finansial (FQ), Kecerdasan Quantum (QQ) dan masih banyak lagi, dan sebagian masih dalam penelitian dan pengembangan.

Sudah banyak sekali pelatihan, seminar dan buku-buku bagaimana menjadi usahawan sukses, bagaimana menjadi kaya, bagaimana bisa segera pensiun muda dan kaya raya serta bagaimana-bagaimana lainnya yang sejenis.

Namun sepertinya seminar dan buku-buku tersebut tidak benar-benar efektif. Banyak para peserta dan pembaca buku-buku bagaimana tersebut masih menjalani “kehidupan normalnya” seperti sediakala.
Sebenarnya itu semua tergantung pada individu manusia itu sendiri. Dimana Allah SWT menciptakan manusia memang tidak ada yang sama. Namun sebagai dasar dari bagaimana konsep berpikir itu sebenarnya, sungguh simpel dan mudah, yaitu hanya dengan mengerti bagaimana cerdas dalam membaca, mendengar atau menyimak, kemudian menulis.

  1. Kecerdasan Membaca

Kadang kala kita kesulitan mamahami isi buku (tergantung bobot) yang kita baca di banding setumpuk komik Doraemon. Nah mengapa demikian ? karena kedua otak kanan dan kiri sama -sama bekerja, otak kanan membaca, kemudian otak kiri memainkan imajinasi dari gambar yang di tangkap secara visual pembaca. Tapi jika di presentasikan sesungguhnya otak kiri bekerja lebih banyak dan lebih baik. Itulah tempat kecerdasan dan kreatifitas berkumpul. Jika kita telah mengerti konsep kerjanya, maka pertannyaannya adalah, mampukah kita membaca sebuah buku tanpa gambar atau animasi tapi otak kiri mampu menggambarkannya di dalam imajinasi kita ???

  1. Kecerdasan Mendengar dan Menyimak

Ketika saya mengajar di dalam perkuliahan salama 90 menit, dengan berapi-api dan ber air-air menjelaskan tentang materi yang saya bawakan, ternyata mhs/i tsb tidak mampu menangkap secara gamblang apa yang saya sampaikan, kemudian setelah meng evaluasi kinerja saya, akhirnya saya menemukan bahwa persoalan sebenarnya adalah kemampuan untuk mendengar dan menyimak yang kurang. Mereka mendengar saja tapi juga tidak memvisualkannya dalam imajinasi mereka. Imagine is Important.

  1. Kecerdasan Menulis

Bukan menulis seperti tulisan latin atau balok, tapi dalam artian bagaimana kita dapat menuliskan perjalanan (diary) kehidupan kita, dalam 1 hari, 1 minggu, 1 bulan,dst. Kemudian me review kembali sehingga mampu mengambil hikmah dalam setiap detik kehidupan kita. Dan Menulis disini dimaksud menulis dalam memory manusia (otak). Lagi – Lagi imajinasi di gunakan untuk meningkatkan daya nalar.